Lampung Timur Biba News – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari membantu kepastian hukum perkawinan, mempercepat sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah, hingga memperkuat peran penyuluh agama dalam mencegah kekerasan terhadap anak.
Komitmen nyata tersebut mengemuka saat Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menghadiri resepsi Hari Santri yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan dialog interaktif bersama jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Jumat (23/10/2026), di Aula Kemenag Lampung Timur.
Kehadiran Bupati disambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Dr. H. Rohkhman, S.Ag., M.Si., beserta jajaran, dan didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Lampung Timur
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dalam momentum Hari Santri, tetapi juga ruang untuk membahas langkah konkret yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat
Salah satu perhatian yang dibahas adalah fasilitasi isbat nikah bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian hukum atas perkawinannya. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh pengakuan hukum atas perkawinan sehingga dapat mengakses berbagai layanan administrasi dan memenuhi hak-hak keluarga sesuai ketentuan yang berlaku
Kepastian hukum atas tanah menjadi hal penting untuk melindungi aset keagamaan, mencegah potensi sengketa, serta memastikan tanah tersebut dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan bagi kepentingan umat
Kolaborasi Pemkab Lampung Timur dan Kemenag juga diarahkan pada penguatan peran penyuluh agama dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual
Penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor, mereka diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali tanda-tanda kekerasan, memahami langkah pelaporan, serta mengarahkan korban untuk memperoleh pendampingan dan perlindungan dari pihak yang berwenang
Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman, meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan, dan mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan berbagai bentuk kekerasan
Melalui dialog tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap sinergi bersama Kementerian Agama, penyuluh agama, tokoh lintas agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat
Kerukunan umat beragama tidak hanya dijaga melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui kerja sama nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Pemkab Lampung Timur berkomitmen mendorong pembangunan yang inklusif, memperkuat perlindungan masyarakat, serta mewujudkan Lampung Timur yang rukun, harmonis, dan sejahtera tandasnya (*)










