Banner Media
Banner Media

Gubernur Provinsi Lampung Rahmad Mirzani Djausal  Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi-Hilirisasi

banner 468x60

Bandar Lampung Biba News – Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan pentingnya implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen utama dalam pemerataan ekonomi serta hilirisasi potensi lokal pedesaan

Hal tersebut disampaikan pada Seminar Nasional KDMP yang digelar di Gedung Semergou Lantai 4, Kantor Wali Kota (Walkot) Bandar Lampung.Dalam sambutannya, Mirza menyoroti ketimpangan struktur peredaran modal yang selama ini terjadi di pedesaan, di mana 70 persen arus perputaran uang terserap ke wilayah perkotaan. Padahal, 70% populasi di Lampung berada di desa dengan potensi komoditas pangan yang sangat besar secara nasional, mulai dari singkong, jagung, hingga padi.

Example 300x600

“Dulu di desa koperasi ini pengertiannya hanya tukang simpan pinjam, minjam duit di koperasi, bunganya besar. Padahal fungsinya jauh lebih itu,” ujar Mirza, dalam keterangan tertulis, Sabtu 5/9/26

“Koperasi adalah salah satu alat ungkit bagaimana kemakmuran-kemakmuran yang ada di Provinsi Lampung ini hadir di desa-desa,” sambungnya

Mirza Gubernur Lampung memaparkan guna merealisasikan kemandirian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menyiapkan program 500 Desa Maju yang berfokus pada hilirisasi komoditas dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan operator terintegrasi di bawah KDMP. Saat ini, capaian pembentukan dan pengelolaan KDMP di Lampung mencatatkan performa gemilang di tingkat nasional

“Provinsi Lampung kita nomor empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa,” tegas Mirza.
Bima Arya Sebut Kepala Daerah sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan
Langkah konkret jangka pendek yang diinstruksikan Mirza adalah penanganan tata kelola gabah lokal. Guna menghentikan praktik larinya pasokan gabah Lampung ke Pulau Jawa yang berdampak pada lonjakan harga beras di daerah, KDMP ditargetkan mulai menyerap gabah petani secara langsung.

“Insyaallah dalam minggu depan kami sudah targetkan, yang panen ada KDMP-nya, KDMP-nya akan menyerap gabah-gabah sehingga tidak keluar lagi ke Jawa. Kita memutus mata rantai,” tegas Gubernur Lampung Mirza

Di akhir, Mirza mengingatkan pesan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya kepemimpinan berorientasi statecraft atau seni mengelola kekayaan daerah. Ia meminta para kepala desa di Lampung memiliki kapasitas manajerial yang matang dalam mengonversi sumber daya desa menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat luas

Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka seminar, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pembentukan KDMP merupakan pengejawantahan dari Asta Cita ke-6 Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi dari bawah

“Intinya, kami ingin Koperasi Kelurahan Merah Putih ini kita kawal sama-sama. Ini adalah program idola Bapak Presiden Prabowo dalam rangka menyukseskan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” ujar Yandri

Wamendagri Ingatkan Pentingnya Peran Aktif Satlinmas untuk Pembangunan
Yandri mengutip pandangan Proklamator Mohammad Hatta mengenai kekuatan ekonomi desa sebagai fondasi bangsa

“Maka inilah mungkin yang dicita-citakan Bung Hatta, Indonesia tidak akan bercahaya terang dengan satu obor besar di Monas, Jakarta, tapi Indonesia akan makmur dan sejahtera dengan lilin-lilin kecil yang ada di desa-desa. Nah, lilinnya itu insyaallah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ucap Yandri

Yandri juga meluruskan berbagai disinformasi yang beredar luas di media sosial (medsos) terkait keberadaan koperasi desa. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah berniat mematikan usaha masyarakat kecil

“Maka kalau ada isu sekarang katanya Menteri Desa, Menko Pangan menutup warung, itu hoaks, bapak, ibu. Karena Menteri Desa dan Menko Pangan tidak pernah bicara akan menutup warung-warung di desa. Justru kita ingin semua bangkit,” ujar Yandri Mendes

“Itu pesan Bapak Presiden Prabowo. Kita ini bukan superman, tapi kita superteam, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya(*)

banner 325x300
banner 120x600